project7alpha.com

project7alpha.com – Dalam situasi yang penuh dengan peningkatan ketegangan dengan NATO, Rusia baru-baru ini menampilkan kekuatan militernya dengan sukses meluncurkan rudal jelajah dari dua kapal selam bertenaga nuklir di Laut Barents. Kapal selam Severodvinsk dan Orel, keduanya berhasil menguji rudal Kalibr dan Granit, menargetkan pada jarak sekitar 106 mil untuk simulasi penghancuran armada kapal musuh, menurut laporan dari kantor berita Interfax.

Kesuksesan Operasi Militer dan Protokol Keamanan

Laporan dari Interfax menyebutkan bahwa latihan tempur ini berhasil diselesaikan dengan hasil yang memuaskan, menegaskan lagi keandalan dan efektivitas senjata yang digunakan. Sebagai tindakan keamanan, wilayah sekitar area pengujian rudal telah ditutup sementara untuk lalu lintas maritim dan penerbangan sipil.

Geostrategis Laut Barents

Laut Barents berada di zona strategis Samudra Arktik, berbatasan dengan perairan teritorial Norwegia dan Rusia, menjadikannya lokasi yang penting untuk demonstrasi kekuatan militer oleh Rusia.

Dinamika Internasional: Kesepakatan Strategis antara Rusia dan Korea Utara

Secara paralel dengan demonstrasi militer, terjadi pula perkembangan diplomatis signifikan. Presiden Rusia Vladimir Putin baru-baru ini mengadakan pertemuan dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, di Pyongyang. Kunjungan ini, yang merupakan yang pertama dalam 24 tahun oleh seorang pemimpin Rusia, menghasilkan kesepakatan bilateral yang dikarakteristikkan sebagai “kemitraan strategis yang komprehensif.” Meskipun rincian spesifik dari kesepakatan ini belum sepenuhnya jelas, kedua pemimpin berkomitmen untuk saling mendukung jika terjadi serangan terhadap salah satu negara.

Isu Keamanan dan Kerjasama Teknis Militer

Dalam pertemuan tersebut, isu keamanan internasional dan kerjasama teknis militer mendominasi diskusi. Putin tidak menutup kemungkinan adanya kerjasama teknis militer dengan Korea Utara di masa depan, sedangkan Kim menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut adalah langkah defensif dan damai, yang akan membantu mempercepat terciptanya dunia yang multipolar.

Perjanjian Tambahan

Selain kerjasama militer, Rusia dan Korea Utara juga telah menandatangani beberapa perjanjian kerjasama dalam bidang kesehatan, pendidikan kedokteran, dan sains, menurut laporan dari media pemerintah Rusia dan situs web resmi Kremlin.

Keseluruhan aktivitas ini menunjukkan dinamika yang kompleks dan multifaset dari politik global saat ini, dengan Rusia secara aktif memperkuat posisi strategisnya di panggung dunia.